Menghadapi KRITIK….
Kadangkala saat seseorang mengkritik tindakan kita…. Kita merasa marah… Itu wajar… karena ego kita merasa terancam… sehingga ia membentuk mekanisme pertahanan diri.. Salah satu bentuk yang kita lakukan adalah RASIONALISASI… yaitu memberikan alasan yang masuk akal terhadap tindakan kita yang “dikritik” tadi…. (Adhiatiningrum, 2008). :)
Bahasa keren dari rasionalisasi adalah “ngelessss”… (adhiatiningrum, 2008).
Gimana ngga ngeles…?? Lihat contoh kasus berikut:
Klo kepepet.. daripada malu, biasanya orang cenderung untuk memberikan “argumen” terhadap tindakannya.. apapun dilakukan supaya orang “percaya” bahwa tindakannya yang ‘keliru’ tadi punya alasan yang bagus untuk dilakukan… cara yang dilakukan ya dengan cara ngelesss… :)
Padahal sebenarnya klo kita mau melihat dari cara yang berbeda…… Kritik itu punya banyak manfaat buat kita…
Kita jadi bisa “sadar diri” terhadap tindakan kita… Contohnya… klo kita dikritik SOMBONG… berarti kita di”bukakan mata” bahwa kita kurang bersosialisasi… kurang SILATURAHMI.. kurang “SEDEKAH SENYUM” dan sebagainya… coba klo KRITIK (yang sebenarnya klo diganti bahasa jadi MASUKAN {–dan ga bikin kita ngerasa kebakaran jenggot bin terancam egonya- :p} mgkn bisa lebih diterima --> padahal kan maksudnya sama) tadi kita tanggapi dengan KEPALA PANAS… EMOSI dan marah2… kita bukannya dapat masukan.. bukannya dapat rejeki dan dapat manfaat tapi justru ngga dapat apa2.. malah rugi karena TEMEN MENJAUH… DIBENCI ORANG… dianggap GA TAU DIRI (“dasar org ga bener… masih bagus dibilangin… eh malah marah2”), dan menjadi orang yang ngga dapat manfaat…
RuGI kan?????
So.. mau pilih yang mana… itu semua terserah kalian….
Oya, ada lagi cara melihat kritikan dengan lebih positif… Mau tahu ??
Liat di postingan berikutnya tentang “Melihat sebuah KRITIKAN dengan Sudut Pandang yang berbeda”… :)

Recent Comments